Pengukuran atas
peranan suatu sector dalam perekonomian dapat dilihat dari penyerapan tenaga
kerja, kontribusi terhadap penciptaan PDB, kontribusi terhadap ekspor serta
kontribusi terhadap konsumsi masyarakat.
Meningkatnya kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi
nasional tentu tidak terlepas dari upaya pemerintah. Beberapa upaya dilakukan
untuk mendorong peningkatan produksi pangan, terutama untuk komoditas
strategis.
•
masalah pertanian:
–
respon input-input:
•
lahan vs tenaga kerja
•
lahan vs pupuk, pestisida
•
lahan vs irigasi
•
lahan vs elemen klimatologi à biodiversitas
–
respon output-output:
•
lahan vs pilihan komoditas
•
lahan vs pilihan alternatif fungsi
respon input-output à
multiple effec
1. PENYERAPAN
TENAGA KERJA
sektor
pertanian masih memiliki peran yang penting dalam menyerap tenaga kerja yang
ada. Kontribusi sektor ini dalam ketenagakerjaan masih sangat tinggi walaupun
ada kecenderungan semakin meningkatnya pertambahan tenaga kerja pada sektor
industri, jasa dan perdagangan. Kontribusi dari sektor pertanian ternyata tidak
diimbangi dengan kebijakan yang sepenuhnya pro terhadap pertanian. Rencana
strategis pembangunan pertanian 2004-2009, yang di dalamnya cukup mendukung
terhadap upaya pembangunan pertanian, pada kenyataannya setelah beberapa waktu
berlangsung, belum banyak menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap petani
dan sektor pertanian. Daya serap sektor
pertanian terhadap tenaga
kerja cukup besar seperti
a. tidak
memerlukan kualifikasi keterampilan khusus dan level pendidikan formal tertentu
b. signifikan
dalam jumlah
c. dipengaruhi
oleh man-land ratio
2. KONTRIBUSI TERHADAP GDP
Proporsi suatu sektor pertanian terhadap total PDB merupakan alat ukur peran sektor tersebut dalam
perekonomian suatu negara. Semakin besar proporsi PDB suatu sektor terhadap
total PDB menunjukkan semakin besarnya dominasi sektor tersebut terhadap
penciptaan pendapatan negara. Jika dilihat dari struktur perekonomian (struktur PDB) Indonesia pada kurun
waktu 1988-2005, perekonomian Indonesia didominasi oleh tiga sektor yaitu
pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
Kuznets (1961)
dalam Ghatak (1984) mengemukakan, sector pertanian mampu menghasilkan surplus
atas neraca pembayaran karena sumbangannya terhadap ekspor maupun pengembangan
produk substitusi impor. Semakin besar proporsi PDB suatu sector terhadap PDB
total menunjukkan semakin besarnya dominasi sector tersebut terhadap penciptaan
pendapatan negara. Jika dilihat dari struuktur perekonomian Indonesia pada
kurun waktu 1988-2005, perekonomian indonesi didominasi oleh tiga sector yaitu
pertanian, industry pengolahan dan perdagangan.
3. KONTRIBUSI
EKSPOR
sektor pertanian
merupakan komoditi ekspor yang akan memperbesar devisa negara Negara-negara yang memiliki suberdaya yang
rendah akan memenuhi kebutuhan (khususnya pangan) penduduknya melalui kegiatan
perdagangan (impor). Kinerja ekonomi RI pada triwulan II 2017 berdasarkan
besaran Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 3.366,8 triliun. Ekonomi
Indonesia triwulan II-2017 dibandingkan triwulan II-2016 tumbuh 5,01 persen dan
dibandingkan triwulan I-2017 tumbuh sebesar 4,00 persen. Berdasarkan data yang
dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), bila dilihat dari sisi produksi, sektor
pertanian merupakan sektor kedua yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan
ekonomi, setelah industri pengolahan, dan masih di atas sektor perdagangan dan
konstruksi. Untuk triwulan II-2017 ini, sektor pertanian dalam arti luas
menyumbang sebanyak 13,92 persen, sementara pada triwulan-I 2017 kontribusinya
13,59 persen.
4. KONTRIBUSI
KONSUMSI MASYARAKAT
Pada
umumnya masyarakat Indonesia yang dijadikan bahan pangan adalah padi (beras),
sementara saat ini produksi padi petani di dalam negeri untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat Indonesia belum mencukupi. Hal ini terlihat dari adanya
kebijakan pemerintah yang melakukan impor beras dari Vietnam dan Thailand guna
memenuhi stok beras dalam negeri yang aman. Menurut pemerintah untuk memenuhi
stok beras yang aman guna memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun harus tersedia
stok beras 1,5 juta ton. Sementara kini stok beras yang ada hanya sebesar
963.000 juta ton, sehingga pemerintah mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand
sebanyak 600.000 ton.
Pada
tahun 2010 produksi padi dalam negeri diperkirakan mencapai 64,9 juta ton Gabah
Kering Giling (GKG) atau setara 36,5 juta ton beras naik sebesar 0,88 persen
dibandingkan dengan tahun 2009 yang sebesar 64,3 juta ton GKG. Sementara untuk
kebutuhan dalam negeri untuk satu tahun diperkirakan 35,3 juta ton beras.
Kecilnya kenaikan hasil produksi padi pada tahun 2010 di karenakan perubahan
iklim yang ekstrim seperti terjadi banjir, angin besar yang membuat tanaman
padi menjadi roboh dan mati serta adanya hama penyakit
Komentar
Posting Komentar