Peternakan--- Ternak sapi merupakan salah satu usaha sektor peternakan/pertanian yang berpotensi sebagai alat penunjang pangan
bernutrisi yang dibutuhkan hampir seluruh penduduk yang ada di seluruh negara, salah satunya adalah di Indonesia. Saat ini
indonesia menjadi salah satu negara yang
mampu menghasilkan sapi berkualitas. Namun dalam sistem pemeliharaan ternak
sapi negara asing jauh lebih unggul dari pada sistem pemeliharaan ternak sapi
yang di indonesia, karena kecanggihan teknologi, sarana dan prasarana yang
dimilliki indonesia jauh tertinggal.
Terdapat tiga
hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ternak sapi, yaitu sistem
perkandangan, sistem pembibitan, dan sistem pemberian pakan. Dalam sistem
perkandangan di negara asing lebih sistematis, efektif dan estetis. Seperti
jalur pengarahan sapi menuju tempat pemberian pakan, pemotongan, pemerahan susu
sapi, penimbangan, vaksinasi dll hal tersebut dapat mengefisiensi tenaga buruh
dalam pemeliharaan kandang. Berbeda dengan perusahaan ternak sapi di indonesia
jauh lebih menekankan tenaga buruh dalam pengendalian dan pengarahan sapi karna
kurang sistematisnya tata letak perkandangan dan kebersihan masih kurang
terjaga.
Peran Pakan
Pakan
merupakan suatu faktor penentu keberhasilan kelangsungan produksi sapi. Agar
produksi sapi semakin sehat di perlukan pemberian pakan hijauan dan konsentrat
(pakan tambahan) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Jenis pakan yang
bermutu dengan jumlah yang cukup membantu ternak tumbuh sesuai harapan. Sekalipun
bibit sapi berasal dari bibit unggul serta memiliki sifat genetis unggul,
tetapi jika tidak diimbangi dengan pemberian pakan berkualitas maupun secara
tepat, maka berbagai kelebihannya tidak akan memberikan nilai tambah secara
signifikan. sering terjadi terutama di negara-negara tropis, seperti
Indonesia, dimana umumnya pakan ternak sapi yang diberikan saat musim kemarau
memiliki kualitas lebih rendah dibanding dengan pakan ternak sapi yang
diberikan saat musim hujan. Adapun manfaat pakan ternak dalam masa pertumbuhan
yaitu sebagai :
1) Kolostrum : merupakan susu indukan pertama yang
baru melahirkan
2) sumber energi : bahan pakan sumber energi
dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
·
Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum,
sorgum)
·
Kelompok hasil sampingan serealia (limbah
penggilingan)
·
Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan
hasil sampingannya)
·
Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam
rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).
3) Sumber protein : bahan pakan sumber protein di
bagi menjadi tiga:
·
Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang
terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun
pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)
·
Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya
lamtoro, turi kaliandra, gamal dan sentero
·
Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung
ikan, tepung tulang dan sebagainya).
4. Sumber vitamin dan mineral : vitamin dan mineral
sangat penting bagi kelangsungan hidup sapi. Mineral berfungsi sebagai
pembentuk otot dan jaringan [ada hewan ternak selama berada fase pertumbuhan
mulai dari janin hingga dewasa. Kekurangan unsur mineral berpotensi
mengakibatkan penurunan fertilitas serta penyakit tulang.Disamping itu beberapa
perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan
mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya. vitamin berperan
untuk mempertahankan serta meningkatkan kekuatan tubuh dan meningkatkan kesehatan
ternak terutama saat berproduksi
Kendala Peternakan
Indonesia Dalam Subsistem Hulu
Subsistem
Agribisnis/Agroindustri Hulu meliputi pengadaan sarana produksi pertanian
antara lain terdiri dari benih, bibit, makanan ternak, pupuk , obat pemberantas
hama dan penyakit, lembaga kredit, bahan bakar, alat-alat, mesin, dan peralatan
produksi pertanian. Pelaku-pelaku kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana
produksi adalah perorangan, perusahaan swasta, pemerintah, koperasi. Betapa pentingnya subsistem ini mengingat
perlunya keterpaduan dari berbagai unsur itu guna mewujudkan sukses agribisnis.
Industri yang meyediakan sarana produksi pertanian disebut juga sebagai
agroindustri hulu (upstream). (Silvana, 2015)
Kendala
peternakan sapi di indonesia cukup bervariasi salah satunya adalah modal. Di indonesia
mayoritas usaha ternak sapi merupakan usaha yang masuk ke dalam usaha tani yang
bersifat kecil dengan skala rumah tangga. Rata-rata jumlah sapi yang dimiliki
oleh para peternak sapi di indonesia hanya 2-5 ekor saja. Di butuhkan modal
yang cukup banyak untuk meningkatkan jumlah sapi, terkadang tak sedikit dari
para peternak melakukan sewa/bagi hasil sapi kepada juragan sapi yang kaya
raya.
Upaya Menghadapi Kendala
Ternak Sapi
Dalam menghadapi
berbagai kendala, peternak harus mampu melakukan perubahan dalam manajemen
rumah tangganya seperti masalah pembagian waktunya. Apabila kendala ternak sapi
ini bisa dihadapi maka selain mendapatkan hasil sapi berkualitas, populasinya
semakin banyak, pendapatan pun akan semakin meningkat.

Komentar
Posting Komentar